Kamis, 28 Desember 2017

Remaja

Remaja
Pengertian Remaja
Remaja atau adolescence berasal dari bahasa latin “adolescence” yang berarti tumbuh kearah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis (Widyastuti, 2009)
Tahapan  Masa Remaja
Berdasarkan sifat dan ciri perkembangnya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap menurut widyastuti (2009), yaitu:

1)Masa remaja awal (10-12 tahun)

  1. Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya
  2. Tampak dan merasa ingin bebas
  3. Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir dan khayal (abstrak)

2)Masa remaja tengah (13-15 tahun)

  1. Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri
  2. Adanya keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis
  3. Timbul perasaan cinta yang mendalam
  4. Mampu berfikir abstrak (berkhayal) makin berkembang Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual.

3)Masa remaja akhir (16-19 tahun)

  1. Manampakkan pengungkapan kebebasan diri
  2. Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
  3. Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya
  4. Dapat mewujudkan persaan cinta
  5. Memiliki kemampuan berfikir khayal atau abstrak

Ciri-Ciri Perkembangan Remaja

Perkembangan remaja terlihat pada ciri-ciri sebagai berikut (Widyastuti, 2009) :
Perkembangan Biologis
Perubahan fisik pada pubertas merupakan hasil aktifitas hormonal dibawah pengaruh sistem saraf pusat. Perubahan fisik yang sangat jelas tampak pada pertumbuhan peningkatan fisik dan pada penampakan serta perkembangan karakteristik seks sekunder.

Perkembangan Psikologis

Teori psikososial tradisional menganggap bahwa kritis perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Pada masa remaja mereka mulai melihat dirinya sebagai individu yang lain.

Perkembangan Kognitif

Berfikir kognitif mencapai puncaknya pada kemampuan berfikir abstrak. Remaja tidak lagi dibatasi dengan kenyataan dan aktual yang merupakan ciri periode konkret, remaja juga memerhatikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

Perkembangan Moral

Anak yang lebih muda hanya dapat menerima keputusanatau sudut pandang orang dewasa, sedangkan remaja, untuk memperoleh autonomi dari orang dewasa mereka harus menggantikan seperangkat moral dan nilai mereka sendiri.

Perkembangan Spiritual

Remaja mampu memahami konsep abstrak dan menginterpretasikan analogi serta simbol-simbol. Mereka mampu berempati, berfilosofi dan berfikir secara logis.

Perkembangan Sosial

Remaja harus membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan sebuah identitas yang mandiri dari kewenangan keluarga. Masa remaja adalah masa dengan kemampuan bersosialisasi yang kuat terhadap teman dekat dan teman sebaya.
Tahap perrkembangan remaja
            Masa remaja sering disebut sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan seorang remaja harus melalui beberapa tahapan. Tahapan itu diantaranya:
Remaja awal (early adolescent)
Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja oleh lawan jenis ia sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti dan dimengerti orang dewasa.
Remaja madya (middle adolescent)
Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Ia senang kalau banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang sama dengan dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri, optimistis atau pesimistis, idealis atau materialis, dan sebagainya. Remaja pria harus membebaskan diri dari oedipus complex (perasaan cinta pada ibu sendiri pada masa anak-anak) dengan mempererat hubungan dengan kawan-kawan.
Remaja akhir (late adolescent)
Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal yaitu :
• Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek,
• Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dan dalam pengalaman- pengalaman baru,
• Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi,
• Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain
• Tumbuh “dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum. 
Sumber :


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda