pengertian stres dan penyebabnya
STRES
Stres merupakan suatu
kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian antara situasi yang
diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu
tersebut (Sarafino 2006).
Menurut Hager (1999),
stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak
ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang
dirasakannya. Namun, berhadapan dengan suatu stressor (sumber stres) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara
psikologis maupun fisiologis. Terganggu atau tidaknya individu, tergantung pada
persepsinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Faktor kunci dari stres adalah
persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk
menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi (Diana, 1991).
JENIS – JENIS STRES
Stres selalu menjadi keluhan bagi
kebanyakan orang. Untuk terhindar dari masalah yang satu ini sebelumnya
kenalilah jenis-jenis stres. Dari penelitian yang dikutip timesofindia.com, terdapat tiga
jenis stres yang kerap menyerang.
·
Stres kimia: merupakan jenis stres yang
ditimbulkan oleh beberapa reaksi dari konsumsi alkohol, rokok, makanan dan
minuman berpengawet yang dikonsumsi secara rutin.
·
Stres fisik:
stres jenis ini terjadi karena berbagai keadaan. Seperti kecelakaan, posisi
yang tidak tepat saat tidur, atau terlalu lama beraktivitas di depan komputer.
·
Stres emosional:
stres ini tidak bisa disembuhkan dengan obat medis. Karena stres ini
berhubungan dengan rasa marah atau frustasi yang seringkali menimbulkan stres.
Berdasarkan Kesibukan sehari-hari,
ditambah dengan masalah yang datang dan pergi, seringkali membuat kita stress.
Stres sering kali diidentikkan dengan emosi negatif yang berakibat buruk bagi
kesehatan. Namun, stres ternyata tidak selamanya buruk. Ada pula stres yang
memiliki manfaat baik.
Berikut ini adalah beberapa jenis stres yang perlu Anda kenali.
·
Stres baik
Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan,
pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau
pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik
untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak
orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya
dengan penuh energi.
·
Distres internal
Ini adalah tipe stres yang buruk.
Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau
perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita
menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun
mengalami distres.
·
Distres akut
Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh
peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi
ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres
ini akan memicu timbulnya hiperstres.
·
Hipostres
Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe
stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan “ketidakadaan” stres,
tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami
hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk
melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.
·
Eustres
Eustres merupakan stres yang sangat
berguna lantaran dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Eustres membuat
tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi banyak tantangan, bahkan bisa
tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan
keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.
TINGKAT
STRES
Tingkat stress seseorang sendiri
agak sulit untuk diukur, penjelasan tingkatan stress yang memang masih
terbilang abstak. Setiap stress yang di alami seseorang memiliki parameter yang
berbeda-beda.
Biasanya ketika seseorang mengalami
stress seringkali sesuai dengan kondisi tubuhnya. Saat stress, seseorang
kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut :
- Tidak
fokus dalam melakukan aktivitas
- Menangis
- Psikosomatis
- Bahkan bisa melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma
FAKTOR
YANG MENYEBABKAN STRES
Faktor yang menyebabkan munculnya stres pada seseorang
dikenal dengan istilah stressor(sumber
stress), biasanya stressor dapat
muncul dari berbagai situasi dan kondisi tertentu. Banyak orang yang bahkan
tidak menyadari apakah kegiatan yang dia lakukan merupakan salah satu bentuk stressor atau bukan.
Berikut ini ada beberapa hal dan situasi yang umum dialamai kebanyakan
orang dan menjadi penyebab stressor pada seseorang :
1.
Stres akademik
Stres akademik adalah salah satu penyebab stres yang
berasal dari bidang akademik. Stres di bidang akademik sering kali dialami oleh
orang-orang yang ada didalamnya, bisa mahasiswa ataupun dosen. Banyak hal
yang bisa menimbulkan stres akademik ini, biasanya muncul ketika seseorang
gagal dalam menentaskan mata kuliah atau tugas tertentu, sehingga diharuskan
mengulang pada kesempatan berikutnya.
Selain itu perolehan nilai dan juga prestasi yang rendah juga dapat
menyebabkan seseorang akan mengalami stres.
2.
Beban kerja & tanggung jawab yang berlebih
Stressor juga cukup sering timbul dari dunia
pekerjaan. Dalam dunia pekerjaan, sudah pasti seseorang wajib menjalankan
segala tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, agar tujuan dari
perusahaan tersebut dapat tercapai. Namun terkadang ada kalanya dimana beban
kerja dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada seseorang terlampau berat,
sehingga sulit untuk dilaksanakan dengan baik. Hal ini pastinya dapat menjadi
salah satu penyebab stres kerja, terutama bagi mereka yang memiliki status
sebagai karyawan dari sebuah perusahaan.
3. Perceraian
Perceraian sering kali terjadi karena sebuah permasalahan
keharmonisan rumah tangga, pemicu perceraian ini beragam bisa karena
permasalahan internal maupun eksternal yang berdampak terhadap internal
pasangan yang sudah terjalin. Hal yang ini sering sekali diperdebatkan
dalam masyarakat kita.
Percerian adalah sesuatu hal yang tidak sepele, dengan
adanya proses perceraian akan berdamak terhadap hal lainnya yang
berkepanjangan, dan salah satunya adalah stres. Seseorang yang mengalami
perceraian dapat juga mengalami stres dan bukan tidak mungkin pada akhirnya
malahan akan mengalami trauma berkepanjangan untuk menjalani pernikahan kembali.Perceraian
sudah jelas bukan perkara yang baik, sebisa mungkin perkara perceraian harus di
jahui. Jadi bangunlah keluarga yang harmonis sedini mungkin dan jangan sampai
salah pilih pasangan ya.
4. Hubungan yang tidak baik dengan orang lain
Hubungan yang tidak harmonis juga biasa terjadi di masyarakat
kita, secara umum hubungan tidak baik itu muncul terhadap sesuatu yang sudah
kita kenal, bisa teman, kekasih, bahkan kedua orang tua. Masalah ini bisa
berarti individu maupun kelompok. Pemicu retaknya hubungan dengan orang lain bisa
disebabkan oleh banyak hal, bisa karena perselisihan, karena di tipu dan
lainnya. Hubungan yang tidak baik ini dapat menjadi stressor atau penyebab
stres yang berkepanjangan hingga sampai adanya perdamaian dan saling memaafkan
satu sama lainnya. Hal ini akan menyebabkan seseorang akan mengalami beban
pikiran yang hebat setelah mengalami pertengkaran, dan akan menyebabkan
munculnya stres.
5. Sakit keras
Penyakit adalah sesuatu hal yang bersifat menggaggu seseorang,
mungkin tidak ada yang tahu kapan penyakit akan menyerang. Ketika seseorang
mengidap suatu penyakit, terutama penyakit-penyakit yang sifatnya kronis dan
parah berkemungkinan dapat menyebabkan seseorang mengalami stres akan penyakit
yang sedang dideritanya. Kadang seseorang yang baru mengalami saja sudah bisa
stres dan khawatir akan gelaja penyakit yang berpotensi seseorang derita, namun
setiap orang punya tingkatan yang berbeda dalam menyikapi stres dan keadaan
dirinya. sebenarnya stres akan sebuah penyakit akan berefek memperparah
kondisi penyakit yang dideritanya.
6. Ditinggal oleh anggota keluarga dan orang tersayang
Anugrah indah yang diberikan oleh Tuhan untuk seseorang
adalah keluarga dan orang-orang tersayang yang peduli. Namun ketika seseorang
tidak sadar akan anugrah itu sendiri, ketika seseorang harus kehilangan orang
yang tersayang sepertinya akan cukup memberatkan. Hal ini dapat menimbulkan
kondisi stres pada mereka yang ditinggalkan, terlebih lagi apabila mereka yang
ditinggalkan sudah tidak memiliki pegangan hidup lagi. Kondisi ini juga bisa
terjadi karena penyebab kematian mendadak pada orang tersayang, seperti
kecelakaan.
7. Kerugian usaha dan kebangkrutan
Memiliki bisnis sendiri merupakan sesuatu yang menjanjikan
secara finansial. Namun tidak semua bisnis bisa berjalan mulus sesuai
harapan, ada kalanya seseorang harus mengahadapi kerugian, bahkan kebangkrutan
usaha. Cobaan seperti ini seseorang berbeda-beda dalam menyikapinya, ada yang
dapat menyikapinya dengan baik sebagai eustress, namun juga ada yang
menyikapinya sebagai distress. Bagi mereka yang menyikapinya sebagai distress,
hal ini akan menyebabkan kondisi mental dan pikiran dapat terganggu dikarenakan
terlalu memikirkan stres yang muncul. Jika dibiarkan stres berkepanjangan
akan berakibat pada depresi dan bahkan mengarah kepada gangguan mental.
8. Beban hidup dan tanggungan hidup
Kesejahteraan masyarakat, salah satu faktor penyebab stres
yang umum terjadi. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan akan
mengalami kekurangan finansial. Selain dalam pekerjaan, beban juga muncul pada
kehidupan sehari-hari. Kondisi kebutuhan hidup yang semakin mahal dan tinggi,
membuat banyak orang merasa tidak sejahtera dan menyebabkan stres
karena semakin beratnya beban dan tanggungan hidup yang harus dipenuhi.
9. Beban hutang
Hutang adalah salah satu faktor terbesar pemicu stres, beban
hutang yang memiliki bunga tertentu bisa membuat seseorang memiliki beban dan
mengharuskan seseorang bekerja keras untuk melunasi hutangnya. Namun demikian,
terkadang usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Keadaan
seperti ini bisa menyebabkan seseorang mengalami stres hingga dapat
berujung pada kondisi depresi dan tertekan. Perkara hutang seperti ini adalah
jelas hal yang tidak baik. Jika memang dalam keadaan terdesak kita harus
berhutang, carilah pinjaman yang tidak berbunga dan pinjamlah kepada kerabat
dekat terlebih dahulu yang diutamakan.
10. Tekanan dari lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar juga memiliki andil yang cukup besar dalam
memunculkan stres pada diri seseorang. Salah satu tekanan dari lingkungan
sekitar yang dapat menyebabkan stres misalnya tekanan dari pihak keluarga
untuk bersegera menikah, yang apabila tidak disikapi dengan baik malah
akan menyebabkan stres.
Beberapa faktor penyebab stres yang umum terjadi diatas,
faktor tersebut dapat dapat memepengaruhi pikiran kita dan cara pandang kita
dalam menyikapi situasi dan keadaan yang kita alami.
SUMBER :

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda