Kamis, 02 November 2017

pengertian stres dan penyebabnya

STRES
Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu tersebut (Sarafino 2006).
Menurut Hager (1999), stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Namun, berhadapan dengan suatu stressor (sumber stres) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara psikologis maupun fisiologis. Terganggu atau tidaknya individu, tergantung pada persepsinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi (Diana, 1991).
JENIS – JENIS STRES
Stres selalu menjadi keluhan bagi kebanyakan orang. Untuk terhindar dari masalah yang satu ini sebelumnya kenalilah jenis-jenis stres. Dari penelitian yang dikutip timesofindia.com, terdapat tiga jenis stres yang kerap menyerang.
·        Stres kimia: merupakan jenis stres yang ditimbulkan oleh beberapa reaksi dari konsumsi alkohol, rokok, makanan dan minuman berpengawet yang dikonsumsi secara rutin.
·        Stres fisik: stres jenis ini terjadi karena berbagai keadaan. Seperti kecelakaan, posisi yang tidak tepat saat tidur, atau terlalu lama beraktivitas di depan komputer.
·        Stres emosional: stres ini tidak bisa disembuhkan dengan obat medis. Karena stres ini berhubungan dengan rasa marah atau frustasi yang seringkali menimbulkan stres.
Berdasarkan Kesibukan sehari-hari, ditambah dengan masalah yang datang dan pergi, seringkali membuat kita stress. Stres sering kali diidentikkan dengan emosi negatif yang berakibat buruk bagi kesehatan. Namun, stres ternyata tidak selamanya buruk. Ada pula stres yang memiliki manfaat baik.
Berikut ini adalah beberapa jenis stres yang perlu Anda kenali.
·        Stres baik
Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan, pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
·        Distres internal
Ini adalah tipe stres yang buruk. Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun mengalami distres.
·        Distres akut
Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres ini akan memicu timbulnya hiperstres.
·        Hipostres
Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan “ketidakadaan” stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.
·        Eustres
Eustres merupakan stres yang sangat berguna lantaran dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Eustres membuat tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi banyak tantangan, bahkan bisa tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.
TINGKAT STRES
Tingkat stress seseorang sendiri agak sulit untuk diukur, penjelasan tingkatan stress yang memang masih terbilang abstak. Setiap stress yang di alami seseorang memiliki parameter yang berbeda-beda.
Biasanya ketika seseorang mengalami stress seringkali sesuai dengan kondisi tubuhnya. Saat stress, seseorang kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut :
  • Tidak fokus dalam melakukan aktivitas
  • Menangis
  • Psikosomatis
  • Bahkan bisa melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma
FAKTOR YANG MENYEBABKAN STRES
Faktor yang menyebabkan munculnya stres pada seseorang dikenal dengan istilah stressor(sumber stress), biasanya stressor dapat muncul dari berbagai situasi dan kondisi tertentu. Banyak orang yang bahkan tidak menyadari apakah kegiatan yang dia lakukan merupakan salah satu bentuk stressor atau bukan.
Berikut ini ada beberapa hal dan situasi yang umum dialamai kebanyakan orang dan menjadi penyebab stressor pada seseorang :

1.      Stres akademik


Stres akademik adalah salah satu penyebab stres yang berasal dari bidang akademik. Stres di bidang akademik sering kali dialami oleh orang-orang yang ada didalamnya, bisa mahasiswa ataupun dosen. Banyak hal yang bisa menimbulkan stres akademik ini, biasanya muncul ketika seseorang gagal dalam menentaskan mata kuliah atau tugas tertentu, sehingga diharuskan mengulang pada kesempatan berikutnya.
Selain itu perolehan nilai dan juga prestasi yang rendah juga dapat menyebabkan seseorang akan mengalami stres.
2.      Beban kerja & tanggung jawab yang berlebih
Stressor juga cukup sering timbul dari dunia pekerjaan. Dalam dunia pekerjaan, sudah pasti seseorang wajib menjalankan segala tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, agar tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai. Namun terkadang ada kalanya dimana beban kerja dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada seseorang terlampau berat, sehingga sulit untuk dilaksanakan dengan baik. Hal ini pastinya dapat menjadi salah satu penyebab stres kerja, terutama bagi mereka yang memiliki status sebagai karyawan dari sebuah perusahaan.

3.      Perceraian

Perceraian sering kali terjadi karena sebuah permasalahan keharmonisan rumah tangga, pemicu perceraian ini beragam bisa karena permasalahan internal maupun eksternal yang berdampak terhadap internal pasangan yang sudah terjalin. Hal yang ini sering sekali diperdebatkan dalam masyarakat kita.
Percerian adalah sesuatu hal yang tidak sepele, dengan adanya proses perceraian akan berdamak terhadap hal lainnya yang berkepanjangan, dan salah satunya adalah stres. Seseorang yang mengalami perceraian dapat juga mengalami stres dan bukan tidak mungkin pada akhirnya malahan akan mengalami trauma berkepanjangan untuk menjalani pernikahan kembali.Perceraian sudah jelas bukan perkara yang baik, sebisa mungkin perkara perceraian harus di jahui. Jadi bangunlah keluarga yang harmonis sedini mungkin dan jangan sampai salah pilih pasangan ya.

4.      Hubungan yang tidak baik dengan orang lain

Hubungan yang tidak harmonis juga biasa terjadi di masyarakat kita, secara umum hubungan tidak baik itu muncul terhadap sesuatu yang sudah kita kenal, bisa teman, kekasih, bahkan kedua orang tua. Masalah ini bisa berarti individu maupun kelompok. Pemicu retaknya hubungan dengan orang lain bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa karena perselisihan, karena di tipu dan lainnya. Hubungan yang tidak baik ini dapat menjadi stressor atau penyebab stres yang berkepanjangan hingga sampai adanya perdamaian dan saling memaafkan satu sama lainnya. Hal ini akan menyebabkan seseorang akan mengalami beban pikiran yang hebat setelah mengalami pertengkaran, dan akan menyebabkan munculnya stres.

5.      Sakit keras

Penyakit adalah sesuatu hal yang bersifat menggaggu seseorang, mungkin tidak ada yang tahu kapan penyakit akan menyerang. Ketika seseorang mengidap suatu penyakit, terutama penyakit-penyakit yang sifatnya kronis dan parah berkemungkinan dapat menyebabkan seseorang mengalami stres akan penyakit yang sedang dideritanya. Kadang seseorang yang baru mengalami saja sudah bisa stres dan khawatir akan gelaja penyakit yang berpotensi seseorang derita, namun setiap orang punya tingkatan yang berbeda dalam menyikapi stres dan keadaan dirinya. sebenarnya stres akan sebuah penyakit akan berefek memperparah kondisi penyakit yang dideritanya.

6.      Ditinggal oleh anggota keluarga dan orang tersayang

Anugrah indah yang diberikan oleh Tuhan untuk seseorang adalah keluarga dan orang-orang tersayang yang peduli. Namun ketika seseorang tidak sadar akan anugrah itu sendiri, ketika seseorang harus kehilangan orang yang tersayang sepertinya akan cukup memberatkan. Hal ini dapat menimbulkan kondisi stres pada mereka yang ditinggalkan, terlebih lagi apabila mereka yang ditinggalkan sudah tidak memiliki pegangan hidup lagi. Kondisi ini juga bisa terjadi karena penyebab kematian mendadak pada orang tersayang, seperti kecelakaan.

7.      Kerugian usaha dan kebangkrutan

Memiliki bisnis sendiri merupakan sesuatu yang menjanjikan secara finansial. Namun tidak semua bisnis bisa berjalan mulus sesuai harapan, ada kalanya seseorang harus mengahadapi kerugian, bahkan kebangkrutan usaha. Cobaan seperti ini seseorang berbeda-beda dalam menyikapinya, ada yang dapat menyikapinya dengan baik sebagai eustress, namun juga ada yang menyikapinya sebagai distress. Bagi mereka yang menyikapinya sebagai distress, hal ini akan menyebabkan kondisi mental dan pikiran dapat terganggu dikarenakan terlalu memikirkan stres yang muncul. Jika dibiarkan stres berkepanjangan akan berakibat pada depresi dan bahkan mengarah kepada gangguan mental.

8.      Beban hidup dan tanggungan hidup

Kesejahteraan masyarakat, salah satu faktor penyebab stres yang umum terjadi. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan akan mengalami kekurangan finansial. Selain dalam pekerjaan, beban juga muncul pada kehidupan sehari-hari. Kondisi kebutuhan hidup yang semakin mahal dan tinggi, membuat banyak orang merasa tidak sejahtera dan menyebabkan stres karena semakin beratnya beban dan tanggungan hidup yang harus dipenuhi.

9.      Beban hutang

Hutang adalah salah satu faktor terbesar pemicu stres, beban hutang yang memiliki bunga tertentu bisa membuat seseorang memiliki beban dan mengharuskan seseorang bekerja keras untuk melunasi hutangnya. Namun demikian, terkadang usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Keadaan seperti ini bisa menyebabkan seseorang mengalami stres hingga dapat berujung pada kondisi depresi dan tertekan. Perkara hutang seperti ini adalah jelas hal yang tidak baik. Jika memang dalam keadaan terdesak kita harus berhutang, carilah pinjaman yang tidak berbunga dan pinjamlah kepada kerabat dekat terlebih dahulu yang diutamakan.

10.  Tekanan dari lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar juga memiliki andil yang cukup besar dalam memunculkan stres pada diri seseorang. Salah satu tekanan dari lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan stres misalnya tekanan dari pihak keluarga untuk bersegera menikah, yang apabila tidak disikapi dengan baik malah akan menyebabkan stres.
Beberapa faktor penyebab stres yang umum terjadi diatas, faktor tersebut dapat dapat memepengaruhi pikiran kita dan cara pandang kita dalam menyikapi situasi dan keadaan yang kita alami.

SUMBER :

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda