Pengertian Empowerment
- Pengertian Empowerrment
Richard Carver, Managing Director dari
Coverdale Organization mendefinisikan empowerment sebagai mendorong dan membolehkan
seseorang untuk mengambil tanggung jawab secara pribadi untuk meningkatkan atau
memperbaiki cara-cara menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan
kontribusi dalam pencapaian sasaran organisasi. Empowerment memerlukan penciptaan budaya yang
mendorong pegawai dalam setiap tingkatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda
dan membantu pegawai untuk percaya diri dan kemampuan untuk melakukan
perubahan.
Pemberdayaan
didefinisikan sebagai suatu kelompok atau kapasitas individu untuk membuat
pilihan yang efektif, yaitu, untuk membuat pilihan dan kemudian mengubah
pilihan-pilihan dalam tindakan yang diinginkan dan hasil (Alsop et al,
2006:10). (Pemberdayaan didefinisikan sebagai nama kelompok atau individu
KAPASITAS untuk membuat pilihan Yang efektif, yaitu untuk membuat pilihan Dan
kemudian mentrnsformasikan pilihan nihil Ke Dalam, tindakan Dan REVENUES Yang diharapkan).
Pemberdayaan melibatkan perubahan kualitatif . Pengukuran numerik yang tepat
dari jenis yang digunakan untuk menangkap perubahan dalam produksi, konsumsi
dan pendapatan , tidak dapat diterapkan pada perubahan yang terjadi sebagai
hasil dari pemberdayaan . Pemberdayaan melibatkan proses yang di dilakukan oleh
individu atau kelompok , yang mengarah ke perubahan dalam tingkat kontrol yang
mereka miliki atas aset tertentu , ditambah perubahan dalam hubungan mereka
dengan orang lain ( Bartlett , 2004:12 ) .
Pemberdayaan
melibatkan proses. Beberapa transformasi dapat terjadi dalam waktu beberapa jam
, tapi lain waktu bertahun-tahun ( Bartlett , 2004:12 ). Proses pemberdayaan
berarti transisi dari keadaan ketidakberdayaan ke keadaan kontrol lebih besar atas
kehidupan , nasib , dan lingkungan seseorang. Proses ini bertujuan untuk
mengubah tiga dimensi dari kondisi sosial , yaitu , untuk membawa perubahan
dalam : perasaan dan kapasitas masyarakat , kehidupan kolektif yang mereka
milik , dan praktek profesional yang terlibat dalam situasi tersebut ( Sadan ,
2004:13 ). Empowerment memerlukan individu bertanggungjawab dalam
menyiapkan keseluruhan tugas. Pekerja bertanggung jawab sepenuhnya dan
accountable kepada tugasan atau kuasa yang telah diserahkan kepadanya. Dalam
perkataan lain, empowerment menjurus kepada perluasan bidang kerja terutama
dari sudut interaksi dan kebergantungan dengan pihak lain dalam organisasi
(Besterfield, D.H et al. 2003:96).
- Definisi Stress
Levi (1991) mendefinisikan stress sebagai berikut: Dalam
bahasa tekhnik. Stress dapat diartikan sebagai kekuatan dari bagian-bagian
tubuh. Dalam bahasa biologi dan kedokteran. Stress dapat diartikan proses tubuh
untuk beradaptasi terhadap pengaruh luar dan perubahan lingkungan terhadap
tubuh. Secara umum. Stress dapat diartikan sebagai tekanan psikologis yang
dapat menimbulkan penyakit baik fisik maupun penyakit jiwa. Secara lebih tegas
Manuaba (1998) memberikan definisi sebagai berikut: Stress adalah segala
rangsangan atau aksi dari tubuh manusia baik yang berasal daru luar maupun dari
dalam tubuh itu sendiri yang dapat menimbulkan bermacam-macam dampak yang
merugikan mulai dari menurunnya kesehatan sampai kepada dideritanya suatu
penyakit. Dalam kaitannya dengan pekerjaan, semua dampak dari stress tersebut
akan menjurus kepada menurunnya performansi, efisiensi dan produktifitas kerja
yang bersangkutan.
- Sumber - Sumber Stress
·
Faktor Lingkungan
Selain memengaruhi desain struktur
sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi.
·
Faktor organisasi
Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahaan
atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan,
atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak
menyenangkan adalah beberapa di antaranya
·
Faktor pribadi
Faktor-faktor pribadi terdiri dari
masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri
seseorang
- Cara Mengatasi Stress
Stres
dapat diatasi atau diringankan dampaknya dengan cara.
·
Mengkonsultasikan masalah yang sedang
dihadapi kepada psikiater atau rekan kerja atau teman dekat
·
Melakukan olahraga ringan
·
Mengkonsumsi bahan makanan kaya gizi
·
Menonton acara komedian atau lawak
·
Bermain game
- Definisi Konflik
Pengertian Konflik menurut Robbins,
Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak
lain telah memengaruhi secara negatif atau akan segera memengaruhi secara
negatif pihak lain.
Menurut Alabaness, Pengertian
Konflik adalah kondisi yang dipersepsikan ada di antara
pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan
peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
- Jenis - Jenis Konflik
Jenis
Jenis Konflik ditinjau dari segi materi atau masalah yang menjadi sumber
konflik, yaitu :
1. Konflik tujuan.
Adanya perbedaan tujuan antarindividu, kelompok maupun organisasi bisa
memunculkan konflik.
2. Konflik peranan.
Setiap manusia memiliki peran lebih dari satu. Peran yang dimainkan dengan
jumlah yang banyak tersebut, seringkali memunculkan konflik.
3. Konflik nilai.
Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang
diatur oleh organisasi atau kelompok. Hal ini dapat berpotensi untuk memunculkan
konflik.
4. Konflik kebijakan.
Konflik ini muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat
dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.
- Jenis Jenis Konflik menurut Mastenbroek ada 4, yaitu :
1. Instrumental Conflicts
Konflik ini terjadi
oleh karena ketidaksepahaman antarkomponen dalam organisasi dan proses
pengoperasiannya.
2. Socio-emotional Conflicts
Konflik ini berkaitan
dengan masalah identitas, kandungan emosi, citra diri, prasangka, kepercayaan,
keterikatan, identifikasi terhadap kelompok, lembaga dan lambang-lambang
tertentu, sistem nilai dan reaksi individu dengan yang lainnya.
3. Negotiating Conflicts
Konflik negosiasi
adalah ketegangan-ketegangan yang dirasakan pada waktu proses negosiasi
terjadi, baik antara individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok.
4. Power and Dependency Conflicts
Konflik kekuasaan dan
ketergantungan berkaitan dengan persaingan dalam organisasi. Contoh :
pengamanan dan penguatan kedudukan yang strategis.
- Proses Terjadinya Konflik
Menurut Pondi,
Proses terjadinya konflik sebagai berikut.
1. Konflik Laten (Latent Conflict)
Konflik Laten
merupakan tahap dari munculnya faktor-faktor penyebab konflik dalam organisasi.
Bentuk-bentuk dasar dari situasi ini ialah persaingan untuk memperebutkan sumberdaya
yang terbatas, konflik peran, persaingan perebutan posisi di dalam organisasi.
2. Konflik Yang Dipersepsikan (Perceived Conflict)
Pada tahap ini salah
satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaian
tujuannya.
3. Konflik Yang Dimanifestasikan (Manifest Conflict)
Pada tahap ini
perilaku tertentu sebagai indikator konflik sudah mulai ditunjukkan, seperti
adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kinerja dan lain
sebagainya.
4. Resolusi Konflik (Conflict Resolution)
Pada tahap ini
konflik yang terjadi diselesaikan dengan berbagai macam cara dan pendekatan.
5. Konflik Aftermath
Jika konflik sudah
benar-benar diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan para anggota
organisasi. Hanya saja jika penyelesaian konflik tidak tepat, maka akan dapat
menimbulkan konflik yang baru.
Menurut Smith,
Proses terjadinya konflik sebagai berikut :
1. Tahap Antisipasi,
yaitu merasakan munculnya gejala perubahan yang mencurigakan.
2. Tahap Menyadari,
yaitu perbedaan mulai dieksepsikan dalam bentuk suasana yang tidak mengenakkan.
3. Tahap pembicaraan, yaitu pendapat-pendapat berbeda
mulai bermunculan.
4. Tahap Perdebatan
Terbuka, yaitu perbedaan pendapat mulai ditunjukkan dengan nyata dan terbuka.
5. Tahap Konflik Terbuka,
yaitu masing-masing pihak berusaha memaksakan kehendaknya kepada pihak lain
- Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication,
dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik
bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang
melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi
adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang
berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan
adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate
Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah
suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem
lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
- Hambatan Dalam Komunikas
Hambatan
terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita
dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak
semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah
yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa
yang kita ketahui.
3. Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang
memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang
suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan
berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima
pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim
dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang
berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan
pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti
yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu
menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak
konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada
lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi
dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan
kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan,
tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising
pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
- Sumber :
http://deaalliqafitri.blogspot.co.id/2014/01/definisi-empowerment-stress-dan-konflik.html
kunci
efektif empowerment dalam manajemen
http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-konflik-faktor-penyebabnya-dan-macam-macamnya.html
Sopiah, 2008. Perilaku
Organisasional. Penerbit Andi Offset : Yogyakarta
https://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/10/13/hambatan-hambatan-dalam-komunikasi/

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda