Depresi
Depresi
Pengertian Depresi
Depresi
adalah sebuah gangguan kejiwaan yang terjadi pada seseorang, di mana hal ini
dapat dilihat dengan beberapa kondisi yang ditunjukkan oleh orang tersebut
sebagai sebuah kemerosotan, seperti : perasaan tertekan, muram, sedih dll.
Depresi
adalah kondisi terganggunya mood dan emosional secara berkepanjangan yang
melibatkan proses berpikir, berperilaku dan berperasaan yang pada umumnya
muncil karena kehilangannya harapan ataupun perasaan yang tidak berdaya.
Faktor Depresi
Tidak ada
satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi
beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis.
Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita
depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.
Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya
depresi antara lain:
·
Kejadian tragis atau
signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
·
Kehamilan dan/atau
melahirkan.
·
Masalah keuangan.
·
Terisolasi secara
sosial.
·
Trauma masa kecil.
·
Ketergantungan
terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Selain
hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam
hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung
konorer atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala
minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan
beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini
yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Gejala yang Muncul pada
Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh
depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala
psikologis yang muncul akibat depresi:
·
Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
·
Merasa bersedih secara berkepanjangan.
·
Mudah merasa cemas.
·
Merasa hidup tidak ada harapan.
·
Mudah menangis.
·
Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
·
Tidak percaya diri.
·
Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
·
Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
·
Berpikir atau mencoba bunuh diri.
Gejala fisik akibat depresi:
·
Badan selalu merasa lelah.
·
Gangguan pada pola tidur.
·
Merasakan berbagai rasa sakit.
·
Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
·
Bergerak atau berbicara lebih lambat.
·
Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
·
Berat badan berubah.
·
Sakit kepala.
·
Mengalami kram.
·
Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
Tanpa penanganan dan
pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar
Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada
hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat
tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat
berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan
beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan
mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi
penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi
untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah
kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita
kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi.
Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi
telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan
pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
Sumber :

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda