Selasa, 21 November 2017

Depresi

Depresi

Pengertian Depresi
Depresi adalah sebuah gangguan kejiwaan yang terjadi pada seseorang, di mana hal ini dapat dilihat dengan beberapa kondisi yang ditunjukkan oleh orang tersebut sebagai sebuah kemerosotan, seperti : perasaan tertekan, muram, sedih dll.
Depresi adalah kondisi terganggunya mood dan emosional secara berkepanjangan yang melibatkan proses berpikir, berperilaku dan berperasaan yang pada umumnya muncil karena kehilangannya harapan ataupun perasaan yang tidak berdaya.

Faktor Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.
Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
·         Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
·         Kehamilan dan/atau melahirkan.
·         Masalah keuangan.
·         Terisolasi secara sosial.
·         Trauma masa kecil.
·         Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung konorer atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:
·         Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
·         Merasa bersedih secara berkepanjangan.
·         Mudah merasa cemas.
·         Merasa hidup tidak ada harapan.
·         Mudah menangis.
·         Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
·         Tidak percaya diri.
·         Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
·         Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
·         Berpikir atau mencoba bunuh diri.
Gejala fisik akibat depresi:
·         Badan selalu merasa lelah.
·         Gangguan pada pola tidur.
·         Merasakan berbagai rasa sakit.
·         Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
·         Bergerak atau berbicara lebih lambat.
·         Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
·         Berat badan berubah.
·         Sakit kepala.
·         Mengalami kram.
·         Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Pengobatan pada Depresi

     Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.

Sumber :


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda