Selasa, 21 November 2017

Emosi

Emosi
Pengertian Emosi
Emosi berasal dari kata emotion dalam bahasa Prancis atau dalam bahasa Latin emovere yang artinya keluar. Secara etimologisnya emosi diartikan “bergerak keluar”. Emosi merupakan suatu konsep yang luas dan tidak dapat dispesifikkan. Emosi merupakan suatu reaksi bisa positif maupun negatif sebagai dampak dari rangsangan dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Sedangkan menurut William james, emosi yaitu kondisi budi rohani yang menampakkan diri dengan suatu perubahan yang jelas.

Perbedaan Emosi dan Perasaan
Emosi mempunyai peran penting untuk kehidupan kita. Yang terpenting adalah, emosi merupakan bagian dari gen kita dan mempunyai kesamaan dari orang ke orang serta antar spesies. Emosi bersifat fisik dan berdasarkan insting manusia. Seorang manusia bisa mengenali emosi seperti amarah, kesedihan, kebahagiaan, dan lain – lain karena dia juga dapat merespon sesuatu hal dengan cara yang sama. Emosi membantu manusia untuk merespon keadaan lingkungan secara biokimia, termasuk respon pada penghargaan dan ancaman.
Sedangkan perasaan mengikuti kemunculan emosi berdasarkan respons bawah sadar akan emosi yang dialami. Respons ini akan bervariasi berdasarkan keadaan mental, pengalaman, kepercayaan dan ingatan. Perasaan dapat membangkitkan emosi lainnya, dan hal ini akan menjadi suatu siklus tersendiri.

KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI EMOSI

Karakteristik Emosi
Pola emosi remaja adalah sama dengan pola emosi kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah cinta/kasih sayang, gembira, amarah, takut dan cemas, cemburu, sedih, dan lain-lain. Perbedaan yang terlihat terletak pada macam dan derajat rangsangan yang mengakibatkan emosinya, dan khususnya pola pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi remaja.

·         Cinta/kasih sayang
Faktor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya.
·         Gembira dan bahagia
Perasaan gembira dari remaja belum banyak diteliti. Perasaan gembira sedikit mendapat perhatian dari petugas peneliti dari pada perasaan marah dan takut atau tingkah problema lain yang memantulkan kesedihan. Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan para remaja akan mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya itu mandapat sambutan oleh yang dicintai.
·         Kemarahan dan Permusuhan
Sejak masa kanak-kanak, rasa marah telah dikaitkan dengan usaha remaja untuk mencapai dan memiliki kebebasan sebagai soerang pribadi yang mandiri. Rasa marah merupakan gejala yang penting diantara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjolkan dalam perkembangan kepribadian.
·         Ketakutan dan Kecemasan
Menjelang anak mencapai remaja, dia telah mengalami serangkaian perkembangan panjang yang mempengaruhi pasang surut berkenaan dengan rasa ketakutannya. Beberapa rasa takut yang terdahulu telah teratasi, tetapi banyak yang masih tetap ada. Banyak ketakutan-ketakutan baru muncul karena adanya kecemasan dan rasa berani yang bersamaan dengan perkembangan remaja itu sendiri.
·         Frustasi dan Dukacita
Frustasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannya, terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri. Konsekuensi frustasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
Dukacita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat, tetapi mengganggu individu. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi.

Klasifikasi Emosi

·         Emosi yang kuat
Anak kecil bereaksi dengan intesitas yang sama, baik terhadap situasi yang remeh maupun yang serius. Anak pra remaja bahkan bereaksi dengan emosi yang kuat terhadap hal-hal yang tampaknya bagi orang dewasa merupakan soal sepele.
·         Emosi seringkali tampak
Anak-anak seringkali memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka menjumpai bahwa ledakan emosional seringkali mengakibatkan hukman, sehingga mereka belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang membangkitkan emosi. Kemudian mereka akan berusaha mengekang ledakan emosi mereka atau bereaksi dengan cara yang lebih dapat diterima.
·         Emosi bersifat sementara
Peralihan yang cepat pada anak-anak kecil dari tertawa kemudian menangis, atau dari marah ke tersenyum, atau dari cemburu ke rasa sayang merupakan akibat dari 3 faktor, yaitu :
·         Membersihkan sistem emosi yang terpendam dengan ekspresi terus terang.
Kekurangsempurnaan pemahaman terhadap situasi karena ketidakmatangan intelektual dan pengalaman yang terbatas.
·         Rentang perhatian yang pendek sehingga perhatian itu mudah dialihkan. Dengan meningkatnya usia anak, maka emosi mereka menjadi lebih menetap.

Emosi Berubah Sekuatnya
Dengan meningkatnya usia anak, pada usia tertentu emosi yang sangat kuat berkurang kekuatannya, sedangkan emosi lainnya yang tadinya lemah berubah menjadi kuat. Variasi ini sebagian disebabkan oleh perubahan dorongan, sebagian oleh perkembangan intelektual, dan sebagian lagi oleh perubahan minat dan nilai.

Sumber :
https://dosenpsikologi.com/jenis-emosi


Phobia Sosial

Phobia Sosial
Definisi Phobia Sosial
Fobia sosial adalah rasa ketakutan yang sangat tinggi terhadap situasi sosial yang melibatkan performa tertentu layaknya situasi yang asing atau situasi dimana anda diperhatikan dan juga diawasi oleh orang lain. Rasa tidak nyaman ini terjadi jika anda menjadi pembicara didepan umum, menggunakan ruang publik untuk berbicara atau berbicara di depan banyak orang seperti layaknya komunitas. Padahal manusia adalah makhluk sosial yang dijelaskan hakikatnya dalam perspektif ilmu psikologi.
Hal yang membuat fobia sosial akan semakin parah adalah suasana yang ramai dan cenderung memusatkan mereka menjadi perhatian. Sedangkan ketakutan yang akan dialami yakni menjadi seseorang yang memalukan, gagal melakukan apa yang harus dilakukan dan takut orang lain berpandangan buruk soal mereka.
Penyebab Fobia Sosial
Apa yang dapat memicu terjadinya fobia sosial ? tentu fobia ini tidak datang secara tiba-tiba karena kehidupan sosial memang bisa berubah drastis, namun dalam faktor yang ekstrim. Ada beberapa penyebab utama kenapa terjadi fobia sosial, diantaranya :
·        Genetik
hal pertama yang memungkinkan seseorang memiliki gangguan fobia sosial adalah karena genetik. Sebuah penelitian di China mengemukakan bahwa ada beberapa keturunan keluarga yang memiliki fobia akan menurun kepada anak dan cucunya, presentase yang dimiliki atau kemungkinan pun cukup besar. Adanya ketidakstabilan hormon 5-hidroxytryptamine menyebabkan mereka menjadi seseorang yang fobia sosial.
·        Psikologis Kejiwaan
Penyebab selanjutnya adalah psikologis kejiwaan. Umumnya mereka yang mengalami fobia sosial harus diakui yakni bermental lemah, takut akan penolakan diri sendiri dan rasa percaya diri yang rendah dan tentunya mempengaruhi kepribadian mereka.
·        Trauma
 trauma mungkin alasan atau penyebab paling banyak terjadi pada mereka yang memiliki fobia sosial. Biasanya bullying atau intimidasi merupakan alasan paling besar yang terjadi pada mereka yang mengalami fobia sosial karena mereka mengalami kesalahan di depan halayak umum.

Gejala Fobia Sosial
Gejala yang bisa anda lihat dari orang yang mengalami fobia sosial adalah :
1.      Tubuh yang tiba-tiba gemetar berlebih terutama dibagian tangan dan kaki ketika dalam situasi yang ramai atau penuh orang.
2.      Munculnya keringat berlebihan atau biasa disebut hiperhidrosis.
3.      Kecemasan terjadi secara tiba-tiba baik didepan orang banyak maupun berbicara didepan umum.
4.      Mengalami gangguan seperti serangan panik yang cukup berlebihan.
5.      Adanya perubahan kulit jika dilihat dari fisik atau fungsi tubuh
6.      Berbicara tidak jelas, tergagap dan juga terlalu cepat sehingga membingungkan banyak orang.
7.      Sakit perut, mual, demam panggung yang hebat hingga ingin merasa pingsan.

Gejala Perilaku
Kemudian, terdapat beberapa Gejala perilaku yang seringkali dilakukan oleh mereka yang terkena fobia sosial adalah :
·        Mereka sering menghindari tatapan mata atau pembicaraan serius dengan orang lain, apalagi yang tidak memiliki hubungan dekat dengan mereka. 
·        Berdiam diri atau bersembunyi dibalik orang lain, namun lebih sering mereka hanya diam dan mengasingkan diri.
·        Anak-anak fobia sosial ekstrim bahkan tidak mau jika diajak berangat ke sekolah atau berpergian ke taman bermain bertemu teman lainnya.
·        Menghindari situasi sosial yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dan membutuhkan banyak komunikasi dalam kegiatannya.
Ciri – ciri phobia sosial
1.         Merasa gelisah berada di tempat keramaian
2.         Merasa takut/cemas untuk bertemu orang baru
3.         Selalu merasa takut disituasi dimana anda sedang diperhatikan/dinilai/dijudge
4.         Khawatir akan mempermalukan diri sendiri
5.         Khawatir bahwa orang lain akan melihat anda takut/cemas
6.         Menghindari dimana anda akan menjadi pusat perhatian
7.         Menghindari kegiatan sosial, walaupun kegiatan sosial itu terlihat menyenangkan
8.         Menghindar/bersembunyi ketika ada tamu yang belum dikenal datang ke rumah
9.         Takut/cemas menerima telepon dari orang yang gak dikenal
10.     Takut menatap orang lain
11.      Sangat susah berbicara di lingkungan sosial
Cara mengatasi phobia sosial
1.       Lawan Rasa Takut
Satu-satunya cara menghilangkan rasa takut adalah dengan berani melawannya. Jangan mau terus bersembunyi dan ditindas oleh rasa takut! Bangkit dan hadapi rasa takut yang anda miliki!
2.      Tingkatkan Rasa Kepercayaan Diri
Apakah anda sudah berani bangkit melawan rasa takut anda? Kalau sudah, pertahankan! Pertahankan dengan kepercayaan diri anda. Anda bisa membaca artikel berikut untuk membantu anda meningkatkan rasa percaya diri
3.       Mempertangguh Diri
Selain meningkatkan kepercayaan diri, untuk bisa menaklukan rasa takut anda perlu mempertangguh/memperkuat diri. Caranya dengan ikut kegiatan yang melatih fisik, olah raga, belajar, memperbanyak pengalaman, mengasah keahlian yang dimiliki dan jadi orang yang berprestasi. Saat anda sudah menjadi tangguh dan memiliki rasa kepercayaan diri, gue jamin rasa takut gak akan berani lagi mengucilkan anda.
4.      Cari Teman-teman yang Bisa Menjadi Panutan yang Baik
Oke, sekarang anda sudah menjadi orang yang tangguh dan memiliki rasa percaya diri, tapi sayangnya rasa takut itu bukan cuman satu saja, tapi ada banyak dimana-mana. Karena itu gak mungkin anda melawannya sendirian, anda perlu bantuan dari orang-orang di sekitar anda. Untuk itu, carilah teman-teman yang bisa meningkatkan rasa percaya diri anda dan memberikan hal-hal yang positif untuk anda.

5.      Membiasakan Diri di Lingkungan Sosial
Anda yang dulu sering berada di tempat yang sepi, sekarang berada di tempat yang ramai dengan orang-orang. Bisa dibilang kalau anda sudah terbebas dari rasa takut, yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah membiasakan diri di keadaan lingkungan yang baru tersebut. 
6.      Menerima Diri Apa Adanya
Setelah lamanya anda banyak berjuang keras dan menyiksa diri, saatnya anda beristirahat. Walaupun sekeras apapun kita berusaha setiap orang pasti memiliki kekurangan. Makanya pemikiran kita juga harus dirubah, agar tidak selalu merasa khawatir terhadap kekurangan yang dimiliki dan tidak selalu merendahkan diri. Bersyukurlah terhadap kelebihan yang anda miliki dan ikhlaslah menerima kekurangan yang anda miliki. 
7.      Kunjungi Psikiater
Kalau tips gue di atas gak berhasil juga, gue mohon maaf, karena gue memang bukan ahlinya hahaha. Jadi saran gue yang terakhir adalah kunjungi psikiater agar anda bisa cepat diobati. 

Sumber :


Depresi

Depresi

Pengertian Depresi
Depresi adalah sebuah gangguan kejiwaan yang terjadi pada seseorang, di mana hal ini dapat dilihat dengan beberapa kondisi yang ditunjukkan oleh orang tersebut sebagai sebuah kemerosotan, seperti : perasaan tertekan, muram, sedih dll.
Depresi adalah kondisi terganggunya mood dan emosional secara berkepanjangan yang melibatkan proses berpikir, berperilaku dan berperasaan yang pada umumnya muncil karena kehilangannya harapan ataupun perasaan yang tidak berdaya.

Faktor Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.
Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
·         Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
·         Kehamilan dan/atau melahirkan.
·         Masalah keuangan.
·         Terisolasi secara sosial.
·         Trauma masa kecil.
·         Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung konorer atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:
·         Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
·         Merasa bersedih secara berkepanjangan.
·         Mudah merasa cemas.
·         Merasa hidup tidak ada harapan.
·         Mudah menangis.
·         Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
·         Tidak percaya diri.
·         Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
·         Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
·         Berpikir atau mencoba bunuh diri.
Gejala fisik akibat depresi:
·         Badan selalu merasa lelah.
·         Gangguan pada pola tidur.
·         Merasakan berbagai rasa sakit.
·         Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
·         Bergerak atau berbicara lebih lambat.
·         Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
·         Berat badan berubah.
·         Sakit kepala.
·         Mengalami kram.
·         Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Pengobatan pada Depresi

     Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.

Sumber :


Kamis, 02 November 2017

pengertian stres dan penyebabnya

STRES
Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu tersebut (Sarafino 2006).
Menurut Hager (1999), stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Namun, berhadapan dengan suatu stressor (sumber stres) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara psikologis maupun fisiologis. Terganggu atau tidaknya individu, tergantung pada persepsinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi (Diana, 1991).
JENIS – JENIS STRES
Stres selalu menjadi keluhan bagi kebanyakan orang. Untuk terhindar dari masalah yang satu ini sebelumnya kenalilah jenis-jenis stres. Dari penelitian yang dikutip timesofindia.com, terdapat tiga jenis stres yang kerap menyerang.
·        Stres kimia: merupakan jenis stres yang ditimbulkan oleh beberapa reaksi dari konsumsi alkohol, rokok, makanan dan minuman berpengawet yang dikonsumsi secara rutin.
·        Stres fisik: stres jenis ini terjadi karena berbagai keadaan. Seperti kecelakaan, posisi yang tidak tepat saat tidur, atau terlalu lama beraktivitas di depan komputer.
·        Stres emosional: stres ini tidak bisa disembuhkan dengan obat medis. Karena stres ini berhubungan dengan rasa marah atau frustasi yang seringkali menimbulkan stres.
Berdasarkan Kesibukan sehari-hari, ditambah dengan masalah yang datang dan pergi, seringkali membuat kita stress. Stres sering kali diidentikkan dengan emosi negatif yang berakibat buruk bagi kesehatan. Namun, stres ternyata tidak selamanya buruk. Ada pula stres yang memiliki manfaat baik.
Berikut ini adalah beberapa jenis stres yang perlu Anda kenali.
·        Stres baik
Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan, pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
·        Distres internal
Ini adalah tipe stres yang buruk. Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun mengalami distres.
·        Distres akut
Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres ini akan memicu timbulnya hiperstres.
·        Hipostres
Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan “ketidakadaan” stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.
·        Eustres
Eustres merupakan stres yang sangat berguna lantaran dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Eustres membuat tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi banyak tantangan, bahkan bisa tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.
TINGKAT STRES
Tingkat stress seseorang sendiri agak sulit untuk diukur, penjelasan tingkatan stress yang memang masih terbilang abstak. Setiap stress yang di alami seseorang memiliki parameter yang berbeda-beda.
Biasanya ketika seseorang mengalami stress seringkali sesuai dengan kondisi tubuhnya. Saat stress, seseorang kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut :
  • Tidak fokus dalam melakukan aktivitas
  • Menangis
  • Psikosomatis
  • Bahkan bisa melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma
FAKTOR YANG MENYEBABKAN STRES
Faktor yang menyebabkan munculnya stres pada seseorang dikenal dengan istilah stressor(sumber stress), biasanya stressor dapat muncul dari berbagai situasi dan kondisi tertentu. Banyak orang yang bahkan tidak menyadari apakah kegiatan yang dia lakukan merupakan salah satu bentuk stressor atau bukan.
Berikut ini ada beberapa hal dan situasi yang umum dialamai kebanyakan orang dan menjadi penyebab stressor pada seseorang :

1.      Stres akademik


Stres akademik adalah salah satu penyebab stres yang berasal dari bidang akademik. Stres di bidang akademik sering kali dialami oleh orang-orang yang ada didalamnya, bisa mahasiswa ataupun dosen. Banyak hal yang bisa menimbulkan stres akademik ini, biasanya muncul ketika seseorang gagal dalam menentaskan mata kuliah atau tugas tertentu, sehingga diharuskan mengulang pada kesempatan berikutnya.
Selain itu perolehan nilai dan juga prestasi yang rendah juga dapat menyebabkan seseorang akan mengalami stres.
2.      Beban kerja & tanggung jawab yang berlebih
Stressor juga cukup sering timbul dari dunia pekerjaan. Dalam dunia pekerjaan, sudah pasti seseorang wajib menjalankan segala tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, agar tujuan dari perusahaan tersebut dapat tercapai. Namun terkadang ada kalanya dimana beban kerja dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepada seseorang terlampau berat, sehingga sulit untuk dilaksanakan dengan baik. Hal ini pastinya dapat menjadi salah satu penyebab stres kerja, terutama bagi mereka yang memiliki status sebagai karyawan dari sebuah perusahaan.

3.      Perceraian

Perceraian sering kali terjadi karena sebuah permasalahan keharmonisan rumah tangga, pemicu perceraian ini beragam bisa karena permasalahan internal maupun eksternal yang berdampak terhadap internal pasangan yang sudah terjalin. Hal yang ini sering sekali diperdebatkan dalam masyarakat kita.
Percerian adalah sesuatu hal yang tidak sepele, dengan adanya proses perceraian akan berdamak terhadap hal lainnya yang berkepanjangan, dan salah satunya adalah stres. Seseorang yang mengalami perceraian dapat juga mengalami stres dan bukan tidak mungkin pada akhirnya malahan akan mengalami trauma berkepanjangan untuk menjalani pernikahan kembali.Perceraian sudah jelas bukan perkara yang baik, sebisa mungkin perkara perceraian harus di jahui. Jadi bangunlah keluarga yang harmonis sedini mungkin dan jangan sampai salah pilih pasangan ya.

4.      Hubungan yang tidak baik dengan orang lain

Hubungan yang tidak harmonis juga biasa terjadi di masyarakat kita, secara umum hubungan tidak baik itu muncul terhadap sesuatu yang sudah kita kenal, bisa teman, kekasih, bahkan kedua orang tua. Masalah ini bisa berarti individu maupun kelompok. Pemicu retaknya hubungan dengan orang lain bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa karena perselisihan, karena di tipu dan lainnya. Hubungan yang tidak baik ini dapat menjadi stressor atau penyebab stres yang berkepanjangan hingga sampai adanya perdamaian dan saling memaafkan satu sama lainnya. Hal ini akan menyebabkan seseorang akan mengalami beban pikiran yang hebat setelah mengalami pertengkaran, dan akan menyebabkan munculnya stres.

5.      Sakit keras

Penyakit adalah sesuatu hal yang bersifat menggaggu seseorang, mungkin tidak ada yang tahu kapan penyakit akan menyerang. Ketika seseorang mengidap suatu penyakit, terutama penyakit-penyakit yang sifatnya kronis dan parah berkemungkinan dapat menyebabkan seseorang mengalami stres akan penyakit yang sedang dideritanya. Kadang seseorang yang baru mengalami saja sudah bisa stres dan khawatir akan gelaja penyakit yang berpotensi seseorang derita, namun setiap orang punya tingkatan yang berbeda dalam menyikapi stres dan keadaan dirinya. sebenarnya stres akan sebuah penyakit akan berefek memperparah kondisi penyakit yang dideritanya.

6.      Ditinggal oleh anggota keluarga dan orang tersayang

Anugrah indah yang diberikan oleh Tuhan untuk seseorang adalah keluarga dan orang-orang tersayang yang peduli. Namun ketika seseorang tidak sadar akan anugrah itu sendiri, ketika seseorang harus kehilangan orang yang tersayang sepertinya akan cukup memberatkan. Hal ini dapat menimbulkan kondisi stres pada mereka yang ditinggalkan, terlebih lagi apabila mereka yang ditinggalkan sudah tidak memiliki pegangan hidup lagi. Kondisi ini juga bisa terjadi karena penyebab kematian mendadak pada orang tersayang, seperti kecelakaan.

7.      Kerugian usaha dan kebangkrutan

Memiliki bisnis sendiri merupakan sesuatu yang menjanjikan secara finansial. Namun tidak semua bisnis bisa berjalan mulus sesuai harapan, ada kalanya seseorang harus mengahadapi kerugian, bahkan kebangkrutan usaha. Cobaan seperti ini seseorang berbeda-beda dalam menyikapinya, ada yang dapat menyikapinya dengan baik sebagai eustress, namun juga ada yang menyikapinya sebagai distress. Bagi mereka yang menyikapinya sebagai distress, hal ini akan menyebabkan kondisi mental dan pikiran dapat terganggu dikarenakan terlalu memikirkan stres yang muncul. Jika dibiarkan stres berkepanjangan akan berakibat pada depresi dan bahkan mengarah kepada gangguan mental.

8.      Beban hidup dan tanggungan hidup

Kesejahteraan masyarakat, salah satu faktor penyebab stres yang umum terjadi. Seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan akan mengalami kekurangan finansial. Selain dalam pekerjaan, beban juga muncul pada kehidupan sehari-hari. Kondisi kebutuhan hidup yang semakin mahal dan tinggi, membuat banyak orang merasa tidak sejahtera dan menyebabkan stres karena semakin beratnya beban dan tanggungan hidup yang harus dipenuhi.

9.      Beban hutang

Hutang adalah salah satu faktor terbesar pemicu stres, beban hutang yang memiliki bunga tertentu bisa membuat seseorang memiliki beban dan mengharuskan seseorang bekerja keras untuk melunasi hutangnya. Namun demikian, terkadang usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Keadaan seperti ini bisa menyebabkan seseorang mengalami stres hingga dapat berujung pada kondisi depresi dan tertekan. Perkara hutang seperti ini adalah jelas hal yang tidak baik. Jika memang dalam keadaan terdesak kita harus berhutang, carilah pinjaman yang tidak berbunga dan pinjamlah kepada kerabat dekat terlebih dahulu yang diutamakan.

10.  Tekanan dari lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar juga memiliki andil yang cukup besar dalam memunculkan stres pada diri seseorang. Salah satu tekanan dari lingkungan sekitar yang dapat menyebabkan stres misalnya tekanan dari pihak keluarga untuk bersegera menikah, yang apabila tidak disikapi dengan baik malah akan menyebabkan stres.
Beberapa faktor penyebab stres yang umum terjadi diatas, faktor tersebut dapat dapat memepengaruhi pikiran kita dan cara pandang kita dalam menyikapi situasi dan keadaan yang kita alami.

SUMBER :