Emosi
Emosi
Pengertian Emosi
Emosi berasal dari kata emotion dalam bahasa Prancis atau
dalam bahasa Latin emovere yang artinya keluar. Secara etimologisnya emosi
diartikan “bergerak keluar”. Emosi merupakan suatu konsep yang luas dan tidak
dapat dispesifikkan. Emosi merupakan suatu reaksi bisa positif maupun negatif
sebagai dampak dari rangsangan dari dalam diri sendiri maupun dari luar.
Sedangkan menurut William james, emosi yaitu kondisi budi rohani yang
menampakkan diri dengan suatu perubahan yang jelas.
Perbedaan Emosi dan Perasaan
Emosi mempunyai peran penting untuk kehidupan kita.
Yang terpenting adalah, emosi merupakan bagian dari gen kita dan mempunyai
kesamaan dari orang ke orang serta antar spesies. Emosi bersifat fisik dan
berdasarkan insting manusia. Seorang manusia bisa mengenali emosi seperti
amarah, kesedihan, kebahagiaan, dan lain – lain karena dia juga dapat merespon
sesuatu hal dengan cara yang sama. Emosi membantu manusia untuk merespon
keadaan lingkungan secara biokimia, termasuk respon pada penghargaan dan
ancaman.
Sedangkan perasaan mengikuti kemunculan emosi
berdasarkan respons bawah sadar akan emosi yang dialami. Respons ini akan
bervariasi berdasarkan keadaan mental, pengalaman, kepercayaan dan ingatan.
Perasaan dapat membangkitkan emosi lainnya, dan hal ini akan menjadi suatu
siklus tersendiri.
KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI EMOSI
Karakteristik Emosi
Pola
emosi remaja adalah sama dengan pola emosi kanak-kanak. Jenis emosi yang secara
normal dialami adalah cinta/kasih sayang, gembira, amarah, takut dan cemas,
cemburu, sedih, dan lain-lain. Perbedaan yang terlihat terletak pada macam dan
derajat rangsangan yang mengakibatkan emosinya, dan khususnya pola pengendalian
yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi remaja.
·
Cinta/kasih sayang
Faktor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya.
Faktor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya.
·
Gembira dan bahagia
Perasaan gembira dari remaja belum banyak diteliti. Perasaan gembira sedikit mendapat perhatian dari petugas peneliti dari pada perasaan marah dan takut atau tingkah problema lain yang memantulkan kesedihan. Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan para remaja akan mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya itu mandapat sambutan oleh yang dicintai.
Perasaan gembira dari remaja belum banyak diteliti. Perasaan gembira sedikit mendapat perhatian dari petugas peneliti dari pada perasaan marah dan takut atau tingkah problema lain yang memantulkan kesedihan. Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan para remaja akan mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya itu mandapat sambutan oleh yang dicintai.
·
Kemarahan dan Permusuhan
Sejak masa kanak-kanak, rasa marah telah dikaitkan dengan usaha remaja untuk mencapai dan memiliki kebebasan sebagai soerang pribadi yang mandiri. Rasa marah merupakan gejala yang penting diantara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjolkan dalam perkembangan kepribadian.
Sejak masa kanak-kanak, rasa marah telah dikaitkan dengan usaha remaja untuk mencapai dan memiliki kebebasan sebagai soerang pribadi yang mandiri. Rasa marah merupakan gejala yang penting diantara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjolkan dalam perkembangan kepribadian.
·
Ketakutan dan Kecemasan
Menjelang anak mencapai remaja, dia telah mengalami serangkaian perkembangan panjang yang mempengaruhi pasang surut berkenaan dengan rasa ketakutannya. Beberapa rasa takut yang terdahulu telah teratasi, tetapi banyak yang masih tetap ada. Banyak ketakutan-ketakutan baru muncul karena adanya kecemasan dan rasa berani yang bersamaan dengan perkembangan remaja itu sendiri.
Menjelang anak mencapai remaja, dia telah mengalami serangkaian perkembangan panjang yang mempengaruhi pasang surut berkenaan dengan rasa ketakutannya. Beberapa rasa takut yang terdahulu telah teratasi, tetapi banyak yang masih tetap ada. Banyak ketakutan-ketakutan baru muncul karena adanya kecemasan dan rasa berani yang bersamaan dengan perkembangan remaja itu sendiri.
·
Frustasi dan Dukacita
Frustasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannya, terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri. Konsekuensi frustasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
Dukacita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat, tetapi mengganggu individu. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi.
Frustasi merupakan keadaan saat individu mengalami hambatan-hambatan dalam pemenuhan kebutuhannya, terutama bila hambatan tersebut muncul dari dirinya sendiri. Konsekuensi frustasi dapat menimbulkan perasaan rendah diri.
Dukacita merupakan perasaan galau atau depresi yang tidak terlalu berat, tetapi mengganggu individu. Keadaan ini terjadi bila kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berarti buat kita. Kalau dialami dalam waktu yang panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan fisik dan psikis yang cukup serius hingga depresi.
Klasifikasi Emosi
·
Emosi yang kuat
Anak
kecil bereaksi dengan intesitas yang sama, baik terhadap situasi yang remeh
maupun yang serius. Anak pra remaja bahkan bereaksi dengan emosi yang kuat
terhadap hal-hal yang tampaknya bagi orang dewasa merupakan soal sepele.
·
Emosi seringkali tampak
Anak-anak
seringkali memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka menjumpai bahwa
ledakan emosional seringkali mengakibatkan hukman, sehingga mereka belajar
untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang membangkitkan emosi. Kemudian
mereka akan berusaha mengekang ledakan emosi mereka atau bereaksi dengan cara
yang lebih dapat diterima.
·
Emosi bersifat sementara
Peralihan
yang cepat pada anak-anak kecil dari tertawa kemudian menangis, atau dari marah
ke tersenyum, atau dari cemburu ke rasa sayang merupakan akibat dari 3 faktor,
yaitu :
·
Membersihkan sistem emosi yang terpendam
dengan ekspresi terus terang.
Kekurangsempurnaan
pemahaman terhadap situasi karena ketidakmatangan intelektual dan pengalaman
yang terbatas.
·
Rentang perhatian yang pendek sehingga
perhatian itu mudah dialihkan. Dengan meningkatnya usia anak, maka emosi mereka
menjadi lebih menetap.
Emosi
Berubah Sekuatnya
Dengan
meningkatnya usia anak, pada usia tertentu emosi yang sangat kuat berkurang
kekuatannya, sedangkan emosi lainnya yang tadinya lemah berubah menjadi kuat.
Variasi ini sebagian disebabkan oleh perubahan dorongan, sebagian oleh
perkembangan intelektual, dan sebagian lagi oleh perubahan minat dan nilai.
Sumber :
https://dosenpsikologi.com/jenis-emosi
